Rabu, 14 Maret 2012

lelakiku

lelakiku adalah kamu
tapi aku ragu saat kuberikan hatiku,
semua berbalik
aku tidak mau seperti dia
terbuang dan menjadi pesakitan
tapi rasanya tak adil menempatkanmu di satu sisi hati
karena kamu memberikan segalanya untukku yang kamu mampu
dengan situasi kita saat ini rasanya wajar
dengan posisimu saat ini pun kamu pun saat ini, telah ada pada memberikan segala yang kamu mampu untukku
buatku, kamu terlalu baik
terlalu baik untukku tapi mungkin tidak untuk orang lain
apa iya berarti kamu jodohku..
jodohku berada di sini bersama kamu?
kamu ada untuk hal yang kubutuhkan, bukan yang kuinginkan
hal-hal yang banyak orang inginkan dan kau tawarkan
kamu tahu ga sih
aku terharu, dengan supportmu
meyakinkanku karena aku selalu saja berada pada rendah diri
kamu yang selalu meyakinkanku di saat yang lain menganggap sebelah mata,
kamu mempercayakan padaku sepenuhnya
rasanya aku mulai pada tahap tak ingin mengecewakanmu,
ingat kamu selalu dimarahi orang lain karena aku
maafin aku, aku janji jadi yang terbaik,
aku sayang sama kamu.

Senin, 05 Maret 2012

haa.. iya

haa iya
kamu seperti biasa ceplasceplos nyeremin soalnya kadang jujur
aku udah mulai biasa ga ada kamu
haa...
aku bilang iya kamu kesibukan sih, jadi lupa
dulu giliran aku mau sibuk kamu bilang
kalo kamu sibuk aku sama siapa
aku
jengkel
kamu
nyengir
katamu seneg aja godain kamu
tapi masih penasaran itu sebenarnya jujurkah???
gigit-gigit kuku.

Kamis, 01 Maret 2012

tahukah kamu

kadang aku benci situasi ini, menunggu, bersabar,
bahwa cara menyelesaikan masalah terkadang membuatku gusar
bahwa terkadang untuk menyelesaikan masalah kadang seharusnya melakukan sesuatu yang kontradiksi
dan karena itu kita berebut bicara, dan kamu ungkapkan alasan mengapa itu mesti dilakukan

penyelesaian masalah membuthkan waktu, kalau belum waktunya ga akan selesai, begitu katamu.
aku menghela nafas berusaha mencerna perkataanmu yang hatiku tolak mentah-mentah
mengapa sulit membawaku bepartisipasi, kamu kadang dengan jalanmu sendiri, setidaknya biarkan aku tahu, tapi kamu fikir itu tidak baik buatku.

tapi aku lega, kamu jujur.
kamu membicarakannya,
padahal biasanya kamu tidak mengataqkan hal yang tak penting kutau.
berarti kamu mulai siap menjadikanku partner, karena kamu mulai terbuka lagi padaku setelah pertengkaran itu,
terimakasih Tuhan